1. Dari abi hurairah ia berkata , telah bersabda Rasulullah SAW:
Siapa saja yang berdusta atas haditsku dengan sengaja, maka siap
sedialah tempat tinggalnya dari di neraka
(HSR. Bukhori dan Muslim dll, hadits mutawatir)
hadits mutawatir= diriwayatkan banyak orang yang ga mungkin
berkompromi untuk berbuat dusta
2. Dari mughirah ia berkata : aku telah mendengar Nabi SAW
bersabda : sesungguhnya berdusta atas haditsku tidaklah seperti
berdusta kepada seseorang, maka barangsiapa yang berdusta atas
haditsku dengan sengaja, maka siap sedialah tinggalnya dalam neraka!"
(HSR. Bukhori , Muslim dan Ahmad)
3. Dari Abi Qatadah ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW,
Jauhilah oleh kalian tentang memperbanyak hadits dari-ku, maka
barangsiapa berkata atas nama-ku, maka hendaknya dia berkata dengan
benar atau jujur, dan siapa saja yang sengaja mengatakan atas
haditsku apa yang tidak pernah aku katakan, maka siap sedialah
tempat tinggalnya di neraka!"
(HSR. Ahmad di musnadnya, Ibnu Majah , Hakim atas syarat bukhori dan
muslim)
4. Dari abi bakr bin salim dari bapaknya dari kakeknya ia berkata:
sesungguh nya Rasulullah SAW bersabda . Sesungguhnya orang yang
berdusta atas haditsku akan dibangun baginya sebuah rumah di neraka!"
(HSR. Imam Ahmad atas syarat bukhori dan muslim
Takhrijul hadits
Hadits yang tersebut di atas "Siapa yang berdusta atas haditsku’ dan
yang semakna dengan derajat "mutawatir" diriwayatkan sampai 200
sahabat dan berpuluh rowi mendtadwinkannya. Tidak ada derajat hadits
paling shohih kecuali hadits ini.
Faedahnya :
1. seringnya Nabi Saw mengulang-ngulangi sabdanya tentang ancaman
neraka kepada orang yang sengaja mendustakan haditsnya atau yang
mengamalkan hadits yang dusta dan palsu.
2 perhatian yang demikian besar dari sahabat untuk memelihara dan
menjaga sabda-sabdanya yang disandarkan orang kepada beliau,
sehingga mereka saling berpesan dan berwasiat, kemudian menyampaikan
kepada para Tabi’in dan para tabi’in menyampaikan kepada sesama
mereka dan seterusnya menyampaikan nya kepada para tabiut tabi’in,
dan selanjutnya tercatat di kitab kitab masanid dan Dewan-dewan imam
para ahli hadits, yang membukukan hadits beliau seperti imam
bukhori , muslim, Ahmad dll
3. kebesaran maknanya yang meliputi beberapa qaedah di antara untuk
menutup pintu-pintu berbagai macam kedustaan dan kerusakan dalam
ajaran Islam sebab dari berdusta tentang hadits beliau.
4. lafaz hadits "hendaknya dia mengambil tempat tinggalnya di
neraka" dengan bentuknya perintah yang maknanya khobar atau maknanya
berupa ancaman, mengejek , dan marah serta mendo’akan para
pelakuknya semoga Allah SWT menempatkannya di neraka
(Al Fath:Juz 1/211 dan syarah muslim : Juz 1/68)
jadi bagi siapa saja yang mendustakan atas suatu hadits dari
rasulullah, baik sengaja maupun tidak yang dia telah diberitahukan
bahwa hadits itu palsu/dusta atau dho’if, tetapi dia tetap
menyampaikan kepada orang lain atau dia mengamalkannya, maka
hukumnya tetap kena ancaman beliau bahwa tempat tinggalnya di neraka.
Wajib memberantas semua hadits dusta/ palsu/ dho’if/ dan yang tidak
ada asalnya dari rasulullah,karena jika tidak serta hadits-hadits
palsu/dusta itu berkembang bahanya sangat besar dalam merusak ajaran
islam yang murni dan suci.
maka kewajiban seorang ulama khususnya dan umat Islam umumnya yang
telah pasti mengetahui bahwa suat khobar/hadits itu palsu/dusta dan
tidak ada asalnya dari Nabi Saw agar mereka memberantasnya bila
tidak mereka terkena ancaman dalam neraka!.
sumber : "Berpegang Teguh bersama AlQuran dan Sunnah Rasulullah
penulis : Ust. Abu Bakar shiddiq
penerbit : Al hidayah