Saat itu aku lagi dengerin pengajian. Duduk di sebelah Ibnu Durry. Ada beberapa penuturan dari Ustadz penceramah yang membuatku mengernyitkan dahi. Pasti akan kutanya dan kukomentari, kata hatiku. Dan Ibnu Durry pun bilang ke aku agar jangan sungkan bertanya dan menyanggah. Dan akhirnya, kutemukan kesempatan itu ....
"Saya ingin menanggapi penjelasan pak ustadz mengenai arti kata AGAMA. Kita tahu kalau "agama" itu berasal dari bahasa sanskerta bukan? Setahu saya dalam bahasa Sanskerta "A" itu berarti "satu" bukan "tidak" seperti yang pak ustadz jelaskan. Yang bermakna "tidak" itu "A" dalam bahasa Yunani. Jadi arti "AGAMA" berdasar kamus bahasa sanskerta harusnya "A = Satu ; GAMA = Aturan;" => "Satu Aturan". Bukan "Tidak Kacau". Betullah kalau Islam itu disebut "AGAMA". Karena memang kedatangan Islam ke tanah timur jauh ini di kenal orang-orang saat itu sebagai "sebuah aturan". Berbeda dengan keyakinan-keyakinan yang ada pada saat itu seperti Hindu-Budha. Ini sebagai masukan saja. Itu yang pertama...
Yang kedua pak ustadz, pak ustadz mengatakan kalau kebangkitan Islam sudah mulai tahun 1985 di Indonesia tapi bergerak di bawah tanah. Saya bingung, apa dasar dan patokan tahun 1985? Karena dalam sejarah setahu saya Keruntuhan Islam itu justru pada tahun 1924 ketika kejatuhan Khalifah Turki Ottoman /Utsmaniyyah)" .....
Tapi, Pak ustadz belum menjawab pertanyaan saya yang kedua dengan alasan bahwa penjelasan sangat panjang. Akan di jelaskan di lain waktu. Akhirnya pengajian itu pun selesai ... Tapi kami , aku, pak ustadz tadi, Ibnu Durry, dan seorang warga sana pun membentuk kelompok diskusi baru seusai pengajian tersebut di bagian belakang ruang mesjid. .... may be to be continued ...