Hati-hati Jebakan Pertanyaan Pluralis
Bismillahirrahmaanirrahim ...
Kisah ini saya ceritakan agar menjadi ibrah bagi teman-teman.
Pada malam itu; saya, abang saya dan salah seorang yang baru kami kenal sedang berbincang-bincang dengan topik "Mengenali Islam dan Agama". Giliran pertama, saya lah yang menjelaskan panjang lebar tentang makna "Agama". Lalu kemudian saya menyebutkan sebuah ayat Al Quran.
Sebelum saya lanjut menjelaskan, tiba-tiba orang yang baru kami kenal itu seakan mengkritik saya dengan berkata "Mengapa harus di tampilkan ayat Al Quran terlebih dahulu ? Nanti saja".
Saya pun menjawab "Memang begini cara berdakwah Rasulullah Pak Fulan (kita panggil namanya fulan), Rasulullah mendakwahkan kitabullah, karena memang inti dakwah itu adalah mendakwahkan kitabullah, bukan yang lain walaupun itu hadits."
Dia pun bertanya "Walaupun kepada orang kafir atau belum ber Islam ?"
Saya pun menjawab "Iya betul, Rasulullah begitu"
Bisa saya jelaskan disini lebih detail, bahwa Pak Fulan tersebut sebenarnya ingin menyalahkan metode dakwah dengan menyampaikan Kitabullah kepada orang lain. Dengan alasan pluralisme nya (atau saling menghormati) agar orang-orang tidak langsung menjauh. Jadi nggak perlu pake ayat dulu. Inilah yang disebut jebakan, karena apalagi dakwah Islam itu selain menyampaikan kitabullah, baik terhadap orang yang belum ber-Islam.
Pak Fulan mulai menjalankan strategi retorika untuk membenarkan sanggahan dia. Inilah yang saya harap teman-teman dapat pelajari agar jika ada pertanyaan yang sama, maka teman-teman bisa langsung menjawab nya.
Pak Fulan bertanya "Siapa orang pertama masuk islam ?"
Abang Saya menjawab "Khadijah R.A"
Pak Fulan bertanya lagi "Ketika Khadijah menjadi muslim? apakah semua isi Kitabullah sudah disampaikan ? "
Nah... Gotcha ... Tahu kan arah yang dia inginkan kemana ? Dia ingin mengarahkan bahwa "menjadikan orang itu muslim tidak perlu dengan menyampaikan isi Kitabullah dengan dalil bahwa Khadijah pun masuk Islam walau tanpa mengetahui isi Kitabullah seluruhnya". Yang dia maksudkan "Kitabullah" tadi adalah "Kitabullah" yang sudah lengkap saat ini.
Inilah jebakan itu .... tapi kita lanjutkan kisah saya.
Abang saya menjawab "Ya"
Saya ikut menjawab "Iya"
Nah teman-teman. Hati-hati disini, Pak Fulan menginginkan jawaban "Tidak" !. Jika anda jawab tidak anda akan terjebak dalam pertanyaan dia. Hati-hati.
Abang saya langsung menjelaskan "Ya Rasulullah menyampaikan semua Kitabullah, karena pada saat itu Rasulullah baru menerima 5 ayat Kitabullah, dan semuanya disampaikan kepada Khadijah r.a "
Saya menambahkan "Itulah yang membuat Khadijah menjadi seorang muslim, pak Fulan. Dengan ayat-ayat Kitabullah".
Saya rasa, Pak Fulan itu benar-benar tidak menyangka kalau kami akan menjawab "Ya" dan bisa kita duga dia selalu menggunakan pertanyaan jebakan ini kepada orang lain selain kami, dan dia selalu berhasil. Tapi tidak untuk kali ini.
Abang saya bertanya "Apakah pertanyaan ini baru di buat pak Fulan ?"
Pak Fulan dengan agak terpaksa menjawab "Tidak, pertanyaan ini sudah pernah saya lontarkan kepada khalayak banyak " .. Wah gawat kan ??
Abang saya melanjutkan "Tampak nya anda kekurangan data dalam membuat pertanyaan tersebut Pak Fulan. Anda lupa data bahwa pada saat itu Kitabullah baru diturunkan 5 ayat."
..... Pak Fulan kedok nya terbongkar ... !!!
Dan akhirnya dia harus mengakui kalau Rasulullah pun mendakwahkan Kitabullah yaitu ayat-ayat Al Quran, dengan contoh Khadijah R.A yang saat itu langsung menjadi muslim dari belum menjadi muslim.
Jadi sampaikan Kitabullah, sampaikan saja karena itulah sebaik-baik Hadits (perkataan)
Semoga bermanfaat
wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.